Thursday, October 20, 2016

Mahasiswa Keperawatan Demo Di Jaga Oleh Anggota Polres Banyuwangi

Tribratanewsjatim.com: Gabungan Polsek Cluring, Srono dan Gambiran, Polres Banyuwangi, Polda Jawa Timur melakukan pengamanan jalannya aksi damai yang dilakukan mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Bhakti Indonesia (UBI). Sekitar 40 mahasiswa semester 8 itu meminta pihak Rektorat segera menggelar yudisium serta wisuda.

20-demo-bwiTuntutan para mahasiswa ini digelar di depan pintu gerbang kampus di Bumi Cempokosari, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring. Aksi yang digelar sekitar pukul 10.00 WIB berjalan tertib dibawah pengawalan aparat kepolisian dari tiga sektor. Kapolsek Cluring Iptu Bejo Madreas yang ketempatan wilayah turut mengawasi aksi para mahasiswa keperawatan yang menyuarakan tuntutannya.

Tak sampai setengah jam menggelar orasi, polisi dibantu unsur TNI dari Koramil Cluring memfasilitasi para mahasiswa agar berdialog dengan rektor dan pengurus Yayasan Puspa Bangsa yang menaungi UBI. Sekitar lima perwakilan mahasiswa akhirnya bersedia masuk ke dalam kampus untuk berdialog.

Menurut Kapolsek Cluring Iptu Bejo Madreas, mediasi berjalan lancar. Perwakilan mahasiswa telah diberi penjelasan secara detail mengenai surat edaran Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) dan Kemenristek Dikti mengenai aturan yudisium dan wisuda mahasiswa.

“Para mahasiswa menerima penjelasan Rektor dan memutuskan menghentikan aksi. Mereka berjanji akan memberikan jawaban atas penjelasan Rektor pada Sabtu (22/10/2016) mendatang,” kata Kapolsek.

Iptu Bejo Madreas menambahkan, puluhan mahasiswa itu menggelar aksi di depan pintu gerbang kampus karena kurang memahami tentang aturan penyelenggaraan yudisium dan wisuda. Makanya setelah mendapat penjelasan dari rektor dan pengurus Yayasan Puspa Bangsa, Teguh Sumarno, tidak banyak berkomentar.

“Mereka diberi pilihan untuk melanjutkan kuliah di UBI atau pindah ke universitas lain. Apabila ingin di yudisium dan wisuda maka tahapan yang harus dilakukan adalah mengikuti pendidikan profesi dan menuntaskan bimbingan,” jelas Kapolsek yang akrab disapa Pak Madreas.

Sementara itu Teguh Sumarno menjelaskan, jumlah mahasiswa keperawatan yang duduk di semester 8 berjumlah kurang lebih 100 orang. Dari jumlah ini,  60 orang telah mengikuti pendidikan profesi seperti arahan AIPNI dan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti.

“Isinya pelaksanaan kurikulum pendidikan Ners tahun 2015 ditunda sampai terbit peraturan baru pengganti Permendikbud RI No.49 tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan tinggi. Dan 40 orang yang menggelar aksi ini belum mengikuti pendidikan profesi. Mereka juga jarang masuk kuliah dan bimbingannya juga belum tuntas,” tegas pria asal Desa Tampo, Kecamatan Cluring.

Penyelenggaraan program akademik dan profesi wajib diikuti mahasiswa keperawatan dalam rangka menciptakan lulusan yang berkualitas. Sebab itu UBI berkewajiban menyelanggarankan dua progam ini bagi mahasiswa keperawatan.

“Lha pendidikan profesi belum ikut kok minta wisuda. Bimbingan sekripsi juga belum tuntas kok minta yudisium. Kuliah itukan tidak harus empat tahun. Jika semua persyaratan mata kuliah belum dilengkapi bisa diperpanjang waktunya,” papar Teguh Sumarno.  (mbah/elm)

The post Mahasiswa Keperawatan Demo Di Jaga Oleh Anggota Polres Banyuwangi appeared first on Halo Dunia.



from Halo Dunia http://ift.tt/2eK6nIj
via IFTTT

0 comments:

Post a Comment